Selasa, 26 Februari 2013
Life is Easy
Cari ilmu itu repot
Cari kerja itu susah
Cari uang itu tidak gampang
Cari jodoh itu sulit
Semua itu tak semudah yang kau bayangkan, semua butuh perjuangan.
Cari kerja itu susah
Cari uang itu tidak gampang
Cari jodoh itu sulit
Semua itu tak semudah yang kau bayangkan, semua butuh perjuangan.
Haruskah saya pergi dari duniaku sekarang yang memaksaku mendengar kata-kata ini setiap hari dari orang-orang yang ada di sekitarku?
Kenapa orang-orang harus mengatakan hal yang serumit ini untuk menjalani hidup?
Bagaimana saya bisa menemukan orang-orang baru, keluarga baru, teman baru, kekasih baru yang akan mengatakan hal yang sama seperti saya?
i say, LIFE IS EASY. Just do what you want to do, and don't care what you want not
Kisah Kisah Inspirasi dan Motivasi: Kisah Sebuah Tes Tulis Lamaran Kerja
Kisah Kisah Inspirasi dan Motivasi: Kisah Sebuah Tes Tulis Lamaran Kerja: Kisah ini saya dapatkan di status facebook salah seorang sahabat saya. Saking inspiratifnya, saya tergerak untuk segera tuliskan ulang d...
Minggu, 24 Februari 2013
"Hijrahku"
HIJRAHKU
Oleh
: Anneke Putri
Aku
berjilbab bukan lantaran rambutku takut
Kotor
Tapi
semata perintah Allah
Aku
berjilbab bukan karena suamiku
Menyuruhku
Melainkan
karena mencontoh istri Rasullulah
Aku
berjilbab bukan karena ingin dipuji
Tapi
karena keimanan yang merangkulku
Dengan
haru
Kalaula
hanya takut rambut kotor,
Aku
Cuma bisa pakai topi
Atau
rajin keramas
Kalaulah
Cuma karena takut suami
Cari
saja suami yang bangga jika istrinya
Tampil
telanjang dan menantang
Kalau
Cuma ingin dipuji
Bukankah
jarang
Orang
memuji kecantikan perempuan karena jilbab?
Kecantikan
lahir bukan dari jilbab
Tapi
kehormatan batin
Yang
memancar indah
Dari
cahaya ketaqwaan
Dan
menjadikannya cantik
Maka
keinginanku berjilbab semata-mata
Aku
ingin mencontoh manusia terbaik
Dari
hati yang tercantik
Yang
pernah lahir di bumi Allah
Maka
hijrah
Hijrahlah
engkau
Hijrah
kalian
Dan
hijrah aku
Hijrahku
dari gelap berpikir pada terang islam
Sebagai
tanda kaimananku
Hijrahku
dari kelam pemahaman pada indah
Cahaya
iman
Sebagai
tanda kupegang erat tali-Mu
Hijrahku
dari segalanya
Akan
kubawa sampai menghadap illahi Rabbi!
Ya
Robb, pemilik segala kuasa
Jadikanlah
aku pejalan lurus dijalan-Mu
Jadikanlah
bibirku senantiasa berdzikr menyebutmu
Jadikanlah
kakiku selalu melangkahke masjidmu
Jadikanlah
tanganku hanya tengadah ke arahmu
Jadikanlah
mataku pada kebaikan dalam ridhomu
Ya
allah...
Jadikanlah
hijrahku mampu menjadi penerang
Bagi
siapa yang engkau beri petunjuk
Untuk
merengkuh hidayah-Mu
Ya
Allah
Ampuni
Aku
“.....Saya Sempet Diledek ‘Bunda Maria’”
Anneke Putri
“.....Saya
Sempet Diledek ‘Bunda Maria’”
Hidayah Allah bisa datang kapan saja. Semuanya tergantung
kepada-Nya sebagai Al-Hadi (Pemberi Petunjuk). Tak pernah terbayangkan oleh
seorang Anneke Putri hidayah Allah datang saat ia menunggu anaknya sekolah.
Ceritanya berawal dari kegiatan rutin mengantar jemput puteri pertamanya
(Talita Rahma) di salah satu sekolah Islam di ibukota. Disekolah itu ada
peraturan bagi seluruh murid agar mengenakan pakaian muslim di setiap hari
Senin dan Jumat. Maka jadilah sang buah hati pun turut mengenakan jilbab.
Tak terduga semula tak terlintas sama sekali dalam benaknya
akan menggunakan kerudung. Pada suatu hari Anneke sedang menunggu puterinya
pulang sekolah, ia menemukan pencerahan yang lain. Saat itu dilihatnya banyak
orang tua murid khususnya para ibu-ibu yang sama dengannya justru tanpa
kerudung. Seketika itu juga muncul pertanyaan di hati Anneke,”Kok hanya
anak-anak kita saja yang pakai jilbab seangkan ibu-ibunya jarang yang pakai
termasuk pula saya”.
Pertanyaan tersebut tidak main-main. Bukan sekedar
pertanyaan yang muncul malah makin berkecamuk dibenak wanita kelahiran
Banyuwangi 24 Agustus 1966 ini. Anneke mencoba memberanikan diri untuk bertanya
kepada sejumlah temannya mengenai jilbab dan kedudukannya dimata agama islam.
Setelah beberapa lama berkonsultasi ke sejumlah teman
timbullah keyakinan pada dirinya yang mendorong Anneke untuk mencoba memakai
jilbab.”Pertama kali agak canggung juga. Apalagi pas saya ke sekolah anak saya
dengan mengenakan jilbab, banyak teman-teman sesama ibu-ibu yang kaget dan
meledek “eh ada Bunda Maria datang”. Saya justru biasa saja tidak terlalu
menanggapi serius. Malah saya anggap itu sebagai pujian,”kenang Anneke.
Anneke sendiri jujur merasakan beruntung mendapatkan hidayah
dari Allah SWT tersebut. Pemeran Emak dalam sinetron ‘Keluarga Cemara’ ini kini
penampilannya sudah jauh berbeda. Ibu dua puteri dan satu putera ini telah
berhijab (berpenutup), tepatnya sejak delapan tahun lalu.
“Jika tidak berubah sekarang kapan lagi? Pengaruh duniawi
semakin kuat, sementara kehidupan keagamaan saya begini-begini saja,”Begitu
Anneke tahu Islam menganjurkan kepada kaum muslimah untuk menutup aurat dengan
berjilbab. Maka ia bersyukur mampu melaksanakan dengan ikhlas. Padahal bagi
sebagian muslimah, anjuran ini dirasakan masih berat untuk dilaksanakan,
terlebih ditengah kehidupan kota yang semakin hari kian metropolis dan
materealistis.
Namun perempuan bernama lengkap Anneke Lutfia Puteri ini
mengakui kala baru-baru memakai jibab dirinya masih belum mantap. Anneke masih
memilih-milih waktu. Hanya pada waktu-waktu tertentu saja ia memakai jilbab,
sementara di waktu lain, terutama saat syuting penampilannyapun kembali ke
asal.
Istri sutradaranya Syaeful G Wathon itu memang sedang
terlibat sinetron Keluarga Cemara saat itu, menggantikannya pemeran sebelumnya,
Novia Kolopaking.”Yah apa boleh buat, demi tuntutan adegan, saya tidak bisa
memakai jilbab,”sesalnya.
Akhirnya sebagai bagian dari wujud keseriusannya dalam
berjilbab, Anneke memutuskan mundur dari sinetron Keluarga Cemara. Sebenarnya
memang berat, apalagi saya sudah akrab dengan para pemeran yang lain. Tapi saya
tidak menyesal karena saya menilai ini adalah keputusan terbaik bagi saya, kata
Anneke mantap.
Ia bersyukur sang suami juga mendukung penuh keputusan
tersebut. Anneke menyebut, suaminya adalah yang paling berperan dalam
membimbing saat berhijrah. Dan dia masih inget kata-kata suaminya.”Waktu itu
dia bilang, kalau sudah berhijrah harus mengamalkan islam secara kaffah
(menyeluruh) jangan setengah setengah. Sekali bertindak harus mantap,”kata
Anneke manirukan kata-kata suaminya.
“....Dengan Berjilbab Kita Tetep Bisa Eksis!”
Zaskia Adya Mecca
“....Dengan Berjilbab Kita Tetep
Bisa Eksis!”
Masa
muda adalah masa yang paling indah. Pada titik ini perjalanan hidup manusia
berada dalam keemasan. Darah segar masih mengalir dalam tubuh. Semangat masih
menggebu-gabu. Harapan dan cita-cita masih terpampang. Cerah dihadapan kita. Di
usia ini seakan ‘dunia ini milik kita’. Karena tak heran sebagian anak muda tak
ingin kehilangan kesempatan ini. Mereka memanfaatkan waktu muda dengan banyak
hal; ada yang kearah positif, banyak pula yang kearah negatif.
Diantara
sekian banyak artis muda, nama Zaskia Adya Mecca terbilang unik. Dia usia yang
tergolong masih sangat muda gadis kelahiran Jakarta, 8 September 1987 memilih
berpenampilan memakai jilbab. “Saya ingin membuktikan bahwa dengan berjilbab
kita tetap bisa eksis,”. Zaskia hadir di dunia hiburan Indonesia dengan misi,
tidak sekedar larut dalam eksplorasi fisik semata. Lebih dari itu, dengan
jilbab, Zaskia ingin membuktikan jati dirinya.
Zaskia
dengan jujur mengaku pernah menolak tawaran menjadi pemain utama dalam sebuah
film dengan sekenario yang mengharuskan dirinya melepas jilbab. “Saya tidak
perlu menyebut judul filmnya”.tentu tidak etis kan?Tapi benar tawaran itu saya
tolak, ujarnya
Dimata
Zaskia, kecantikan wanita tidak bisa diukur dari keseksian tubuh dan kecantikan
yang tampil diluar. Baginya kecantikan juga berasal dari dalam diri. Pandangan
Zaskia ini seolah mendobrak tradisi dunia hiburan. Dimana kecantikan dan
kemolekan tubuh slalu menjadi modal utama.
Dalam
kenyataannya Zaskia tidak sekedar bicara. Kemampuan akting yang memukau
dipersembahkannya kepada pemirsa layar kaca. Dengan jilbab Zaskia malah membuat
prestasi. Ia meraih nominasi piala Vidia untuk kategori aktris drama terbaik.
Nominasi itu didapatkan saat Zaskia berhasil memerankan tokoh “Sarah” dalam
sinetron ‘Kiamat Sudah Dekat’.
Setelah
menyelesaikan sekian banyak episode, barulah akting Zaskia mulai terasah.”aku
sangat berterimakasih pada semua kru yang membantuku berakting. Suasana syuting
juga sangat nyaman dan akrab seperti keluarga. Peranku sebagai anak Pak Haji di
KSD pun berlanjut di luar syuting. Pak Haji mengajari ilmu agama. Main di KSD
nggak Cuma nambah jam tayang tapi juga memperkaya wawasanku,”lanjutnya”
Langganan:
Komentar (Atom)