Anneke Putri
“.....Saya
Sempet Diledek ‘Bunda Maria’”
Hidayah Allah bisa datang kapan saja. Semuanya tergantung
kepada-Nya sebagai Al-Hadi (Pemberi Petunjuk). Tak pernah terbayangkan oleh
seorang Anneke Putri hidayah Allah datang saat ia menunggu anaknya sekolah.
Ceritanya berawal dari kegiatan rutin mengantar jemput puteri pertamanya
(Talita Rahma) di salah satu sekolah Islam di ibukota. Disekolah itu ada
peraturan bagi seluruh murid agar mengenakan pakaian muslim di setiap hari
Senin dan Jumat. Maka jadilah sang buah hati pun turut mengenakan jilbab.
Tak terduga semula tak terlintas sama sekali dalam benaknya
akan menggunakan kerudung. Pada suatu hari Anneke sedang menunggu puterinya
pulang sekolah, ia menemukan pencerahan yang lain. Saat itu dilihatnya banyak
orang tua murid khususnya para ibu-ibu yang sama dengannya justru tanpa
kerudung. Seketika itu juga muncul pertanyaan di hati Anneke,”Kok hanya
anak-anak kita saja yang pakai jilbab seangkan ibu-ibunya jarang yang pakai
termasuk pula saya”.
Pertanyaan tersebut tidak main-main. Bukan sekedar
pertanyaan yang muncul malah makin berkecamuk dibenak wanita kelahiran
Banyuwangi 24 Agustus 1966 ini. Anneke mencoba memberanikan diri untuk bertanya
kepada sejumlah temannya mengenai jilbab dan kedudukannya dimata agama islam.
Setelah beberapa lama berkonsultasi ke sejumlah teman
timbullah keyakinan pada dirinya yang mendorong Anneke untuk mencoba memakai
jilbab.”Pertama kali agak canggung juga. Apalagi pas saya ke sekolah anak saya
dengan mengenakan jilbab, banyak teman-teman sesama ibu-ibu yang kaget dan
meledek “eh ada Bunda Maria datang”. Saya justru biasa saja tidak terlalu
menanggapi serius. Malah saya anggap itu sebagai pujian,”kenang Anneke.
Anneke sendiri jujur merasakan beruntung mendapatkan hidayah
dari Allah SWT tersebut. Pemeran Emak dalam sinetron ‘Keluarga Cemara’ ini kini
penampilannya sudah jauh berbeda. Ibu dua puteri dan satu putera ini telah
berhijab (berpenutup), tepatnya sejak delapan tahun lalu.
“Jika tidak berubah sekarang kapan lagi? Pengaruh duniawi
semakin kuat, sementara kehidupan keagamaan saya begini-begini saja,”Begitu
Anneke tahu Islam menganjurkan kepada kaum muslimah untuk menutup aurat dengan
berjilbab. Maka ia bersyukur mampu melaksanakan dengan ikhlas. Padahal bagi
sebagian muslimah, anjuran ini dirasakan masih berat untuk dilaksanakan,
terlebih ditengah kehidupan kota yang semakin hari kian metropolis dan
materealistis.
Namun perempuan bernama lengkap Anneke Lutfia Puteri ini
mengakui kala baru-baru memakai jibab dirinya masih belum mantap. Anneke masih
memilih-milih waktu. Hanya pada waktu-waktu tertentu saja ia memakai jilbab,
sementara di waktu lain, terutama saat syuting penampilannyapun kembali ke
asal.
Istri sutradaranya Syaeful G Wathon itu memang sedang
terlibat sinetron Keluarga Cemara saat itu, menggantikannya pemeran sebelumnya,
Novia Kolopaking.”Yah apa boleh buat, demi tuntutan adegan, saya tidak bisa
memakai jilbab,”sesalnya.
Akhirnya sebagai bagian dari wujud keseriusannya dalam
berjilbab, Anneke memutuskan mundur dari sinetron Keluarga Cemara. Sebenarnya
memang berat, apalagi saya sudah akrab dengan para pemeran yang lain. Tapi saya
tidak menyesal karena saya menilai ini adalah keputusan terbaik bagi saya, kata
Anneke mantap.
Ia bersyukur sang suami juga mendukung penuh keputusan
tersebut. Anneke menyebut, suaminya adalah yang paling berperan dalam
membimbing saat berhijrah. Dan dia masih inget kata-kata suaminya.”Waktu itu
dia bilang, kalau sudah berhijrah harus mengamalkan islam secara kaffah
(menyeluruh) jangan setengah setengah. Sekali bertindak harus mantap,”kata
Anneke manirukan kata-kata suaminya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar