Minggu, 24 Februari 2013

“.....Saya Sempet Diledek ‘Bunda Maria’”



Anneke Putri
                                “.....Saya Sempet Diledek ‘Bunda Maria’”

Hidayah Allah bisa datang kapan saja. Semuanya tergantung kepada-Nya sebagai Al-Hadi (Pemberi Petunjuk). Tak pernah terbayangkan oleh seorang Anneke Putri hidayah Allah datang saat ia menunggu anaknya sekolah. Ceritanya berawal dari kegiatan rutin mengantar jemput puteri pertamanya (Talita Rahma) di salah satu sekolah Islam di ibukota. Disekolah itu ada peraturan bagi seluruh murid agar mengenakan pakaian muslim di setiap hari Senin dan Jumat. Maka jadilah sang buah hati pun turut mengenakan jilbab.
Tak terduga semula tak terlintas sama sekali dalam benaknya akan menggunakan kerudung. Pada suatu hari Anneke sedang menunggu puterinya pulang sekolah, ia menemukan pencerahan yang lain. Saat itu dilihatnya banyak orang tua murid khususnya para ibu-ibu yang sama dengannya justru tanpa kerudung. Seketika itu juga muncul pertanyaan di hati Anneke,”Kok hanya anak-anak kita saja yang pakai jilbab seangkan ibu-ibunya jarang yang pakai termasuk pula saya”.
Pertanyaan tersebut tidak main-main. Bukan sekedar pertanyaan yang muncul malah makin berkecamuk dibenak wanita kelahiran Banyuwangi 24 Agustus 1966 ini. Anneke mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepada sejumlah temannya mengenai jilbab dan kedudukannya dimata agama islam.
Setelah beberapa lama berkonsultasi ke sejumlah teman timbullah keyakinan pada dirinya yang mendorong Anneke untuk mencoba memakai jilbab.”Pertama kali agak canggung juga. Apalagi pas saya ke sekolah anak saya dengan mengenakan jilbab, banyak teman-teman sesama ibu-ibu yang kaget dan meledek “eh ada Bunda Maria datang”. Saya justru biasa saja tidak terlalu menanggapi serius. Malah saya anggap itu sebagai pujian,”kenang Anneke.
Anneke sendiri jujur merasakan beruntung mendapatkan hidayah dari Allah SWT tersebut. Pemeran Emak dalam sinetron ‘Keluarga Cemara’ ini kini penampilannya sudah jauh berbeda. Ibu dua puteri dan satu putera ini telah berhijab (berpenutup), tepatnya sejak delapan tahun lalu.
“Jika tidak berubah sekarang kapan lagi? Pengaruh duniawi semakin kuat, sementara kehidupan keagamaan saya begini-begini saja,”Begitu Anneke tahu Islam menganjurkan kepada kaum muslimah untuk menutup aurat dengan berjilbab. Maka ia bersyukur mampu melaksanakan dengan ikhlas. Padahal bagi sebagian muslimah, anjuran ini dirasakan masih berat untuk dilaksanakan, terlebih ditengah kehidupan kota yang semakin hari kian metropolis dan materealistis.
Namun perempuan bernama lengkap Anneke Lutfia Puteri ini mengakui kala baru-baru memakai jibab dirinya masih belum mantap. Anneke masih memilih-milih waktu. Hanya pada waktu-waktu tertentu saja ia memakai jilbab, sementara di waktu lain, terutama saat syuting penampilannyapun kembali ke asal.
Istri sutradaranya Syaeful G Wathon itu memang sedang terlibat sinetron Keluarga Cemara saat itu, menggantikannya pemeran sebelumnya, Novia Kolopaking.”Yah apa boleh buat, demi tuntutan adegan, saya tidak bisa memakai jilbab,”sesalnya.
Akhirnya sebagai bagian dari wujud keseriusannya dalam berjilbab, Anneke memutuskan mundur dari sinetron Keluarga Cemara. Sebenarnya memang berat, apalagi saya sudah akrab dengan para pemeran yang lain. Tapi saya tidak menyesal karena saya menilai ini adalah keputusan terbaik bagi saya, kata Anneke mantap.
Ia bersyukur sang suami juga mendukung penuh keputusan tersebut. Anneke menyebut, suaminya adalah yang paling berperan dalam membimbing saat berhijrah. Dan dia masih inget kata-kata suaminya.”Waktu itu dia bilang, kalau sudah berhijrah harus mengamalkan islam secara kaffah (menyeluruh) jangan setengah setengah. Sekali bertindak harus mantap,”kata Anneke manirukan kata-kata suaminya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar